Welcome To My Blog

Jumat, 06 Januari 2012

Mitos Dalam Program SEO

Image source: icrackerjack.com. 




Artikel tentang mitos didalam dunia per-SEO-an, berikut tulisan tentang Mitos-mitos SEO yg mesti anda ketahui dari blog rezaqaulia
Dalam melakukan seo ada beberapa teknik yang diyakini dapat meningkatkan posisi website / blog Anda di serp (search engine result page), namun dari sekian banyak teknik seo tersebut ada beberapa teknik seo yang menurut saya masuk dalam kategori “mitos” seo, yaitu teknik-teknik yang diyakini akan berhasil mendongkrak posisi blog di serp namun justru dapat memperburuk blog tersebut sehingga tidak teroptimasi dengan maksimal di search engine.
Berikut beberapa mitos seo yang terkadang salah dipahami oleh sebagian seoers:

1.Terlalu Fokus Pada Keyword Density

Belakangan ini ada beberapa software atau plugin yang berguna untuk menghitung keyword density (kepadatan keyword / kata kunci) di dalam sebuah artikel, dengan menggunakan software ini maka beberapa seoers berpikir semakin bagus keyword density maka semakin bagus pula artikel tersebut… wew :) ada beberapa ketidak setujuan saya dalam hal ini…
Pertama
Terlalu memaksakan keyword density (berkisar antara 2 hingga 5 persen) maka membuat artikel yang dibuat tidak natural, beralasan karena keyword densitynya kurang maka ditambah-tambahkanlah keyword yand dituju hingga hasilnya maksimal sehingga terkadang artikel yang sudah bagus struktur kalimatnya menjadi kurang nyaman dibaca karena banyaknya keyword yang dituju.
Kedua
Di dalam sebuah blog dinamis (yang terus terupdate) maka nilai keyword density akan terus berubah, sebagai contoh: misalnya Anda membuat sebuah artikel, keyword yang dituju oleh Anda yaitu “bisnis online” (tanpa tanda petik) lalu artikel tersebut memuat kata “bisnis online” sebesar 3% dari keseluruhan teks di dalam artikel tersebut, maka yang menjadi pertanyaan ketika artikel tersebut diposting di dalam blog apakah akan FIX / tetap 3%?
Di dalam sebuah blog umumnya terdapat header, sidebar, footer, meta tag, tag, artikel terkait, komentar dari pengunjung blog dsb, materi-materi tersebut SUDAH TENTU akan menambah TEKS dari konten Anda, ya iyalah, mosok search engine melakukan crawl terhadap artikel Anda saja? :D bukankah satu halaman tersebut akan tercrawl semua? :)
Dengan adanya materi lain selain artikel yang dioptimasi maka akan membuat keyword density menjadi ‘bias’ karena selalu terupdate, malah jangan-jangan keyword density yang kata kunci yang dituju malah kalah banyak dibanding teks-teks lain, so jadi buat apa terlalu fokus pada keyword density?
Ketiga
Saya mempunyai pengalaman di beberapa kontes seo (beberapa di antaranya menjadi salah satu pemenang), dari pengalaman tersebut jika website / blog / artikel para pemenang kontes seo dicek satu persatu maka skor keyword densitynya malah biasa saja, malahan ada yang skor keyword densitynya over atau kurang :)
Gunakanlah keyword density sewajarnya saja, tidak perlu memaksakan harus fix di angka tertentu, 1 – 2 persen menurut saya sudah bagus, gunakan pula “long tail keyword” sehingga dapat mendongkrak kata kunci utama yang Anda tuju selain itu dapat mendatangkan visitor lebih banyak lagi dengan kata kunci selain kata kunci utama yang dioptimasi.

2. Penggunaan Variasi Teks Penuh

Penggunaan variasi teks memang bagus dan sangat disarankan, selain untuk mempercantik tampilan website dan memberikan jeda visual kepada para pengunjung blog hal ini juga bagus untuk seo, namun ada beberapa ‘fatwa’ dari seoers yang saya rasa nyeleneh, karena menyarankan dalam sebuah artikel harus lengkap variasinya mulai dari H1, H2, H3, sampai Hahaha… :D lalu menggunakan bold, italic, garis bawah dsb… wew, Ente mau buat sales letter buat poster apa mau buat artikel??
Penggunaan variasi teks kalau memang digunakan pada tempatnya ya silakan, tapi jangan diada-adain atau diharuskan karena justru dapat merusak orisinalitas konten.
Sebuah fakta menarik ketika saya melakukan blogwalking ke beberapa blogger baik blogger dalam negeri maupun luar negeri yang kunjungan blognya ribuan hingga puluhan ribu visitor per hari, mereka tidak menggunakan cara-cara nyeleneh seperti ini tapi toh blognya tetap ramai.

3. Bertukar Link

Bertukar link bukan zamannya lagi, apalagi jika link websitenya tidak berkatian dengan website / blog Anda, lebih bagus mendapatkan “one way backlink” alias backlink satu arah yang menuju website Anda dari banyak website. Jika Anda ingin menanamkan / bertukar backlinks sebaiknya ditujukan lebih kepada sebuah penghormatan atau rekomendasi untuk mengunjungi website tersebut.

4. Percaya Penuh Pada Statistik

Ada beberapa situs yang berguna untuk mengecek kualitas website kita dari segi optimasi blog, misalnya situs seositecheckup.com, seoanalyser.net, rankingtoday.com dsb, sah-sah saja menggunakan bantuan dari website-website tersebut dan saya pun hingga saat ini masih menggunakannya untuk membantu saya melakukan optimasi, namun bukan berarti hasil statistik tersebut kita turuti semuanya, misalnya hasil statistik menunjukkan di dalam blog Anda tidak terdapat teks H1 karena Anda lebih memilih menampilkan logo menggunakan gambar daripada menggunakan teks H1, maka bukan berarti Anda harus mengganti gambar logo blog Anda menjadi teks.

5. Pilah-Pilih Dofollow Blog

Dalam mencari backlink tidak perlu memilah-milih antara dofollow dan nofollow, toh nofollow tetap dihitung kok, meskipun ‘kadarnya’ berbeda dengan nofollow, tanam saja namun usahakan antara artikel yang ditanam backlink, backlink dan artikel yang dituju (milik Anda) memiliki kesamaan niche atau topik.

6. Semakin Banyak Halaman Semakin Bagus

Google memang menyukai konten namun bukan berarti semakin banyak konten di blog Anda maka semakin baik, Anda bisa mendatangkan ribuan visitor hanya dengan 1 artikel saja yang berkualitas. Hilangkan pula index-index halaman yang tidak perlu seperti halaman tag, kategori dsb yang justru dapat merugikan Anda

7. Harus Menggunakan Meta Description dan Meta Keywords

Bagi saya meta description dan meta keyword cukup ditempatkan pada bagian halaman depan website saja namun tidak pada konten. Digunakannya kedua meta ini di bagian depan halaman bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai isi website yang Anda miliki dan membantu Anda agar niche / topik yang dibahas dapat diketahui oleh pengunjung blog Anda, namun untuk halaman artikel / konten saya rasa tidak perlu menggunakan kedua meta ini, kosongkan saja… biarkan mesin pencari yang menentukan deskripsi artikel milik Anda untuk ditampilkan di dalam serpnya, sehingga di dalam serp konten Anda menjadi lebih luas memuat deskripsinya, karena setiap kata kunci yang berbeda dapat muncul deskripsi yang berbeda-beda pula, sehingga peluang mendapatkan lebih banyak pengunjung blog menjadi lebih besar.

8. Terkena Hukuman

Saat blog mendapatkan masalah di serp misalnya posisi terlempar jauh atau hilang sementara, maka jangan buru-buru ambil kesimpulan bahwa blog yang Anda optimasi terkena hukuman dari Google, karena penyebabnya bisa banyak hal, bisa karena terkena Google dance, sandbox, perubahan algoritma dsb, jadi tetaplah melakukan optimasi sewajarnya.

9. Sulit Berada di Urutan Teratas Search Engine

Kalau tau ilmunya dan terbiasa menjalankannya maka seo hal yang cukup mudah dan menyenangkan kok :)Ketika posisi blog Anda berada jauh di serp (misalnya di urutan 500) maka tetaplah optimasi dan semangat, dari urutan 500 bisa kok langsung ke 200 lalu 100, nah dari urutan 100 bisa masuk 50 – 30 besar dan dari urutan tersebut bisa masuk 10 besar dan berpeluang merajai serp.
Kesimpulan:
Sederhana saja, kunci utama seo menurut saya adalah membuat website atau konten yang disenangi oleh para pengunjung, barulah berusaha membuatnya disenangi oleh search engine (dengan backlink, promosi dsb), usahakan artikel yang Anda tulis mengalir apa adanya, natural, tidak dipaksakan dan tidak dijejali optimasi berlebihan sehingga justru dapat merusak konten tersebut. Cobalah berlajar seo dari orang-orang yang justru tidak memahami seo secara penuh (atau bahkan tidak mengerti sama sekali), mengapa? coba kunjungi blog mereka… mereka yang tidak mengerti seo dapet menulis artikel apa adanya dan terlihat natural namun hal tersebut justru dapat mendatangkan banyak visitor yang dapat dikonversi menjadi “fans” dan keuntungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Buku Tamu